Pages

Wednesday, May 29, 2013

KOLESTEROL/HIPERLIPIDEMIA

Apakah sebenarnya kolesterol itu? Apa bedanya dengan lemak, kaitannya dengan jantung koroner, kegemukan, minyak goreng jenuh/tak jenuh, dan lain-lain yang sering kita dengar? Munkin tidak semua orang memahami apa yang dimaksud dengan kolesterol.

Apa Itu Kolesterol?
Kolesterol adalah zat lilin yang dihasilkan oleh hati dan dapat ditemukan  di dalam seluruh sel tubuh. Zat ini juga tersedia dalam diet melalui makanan yang berasal dari hewan seperti daging, unggas, ikan dan makanan yang mengandung susu. Tubuh akan menggunakan kolesterol untuk membentuk membran sel, beberapa jenis hormon dan jaringan-jaringan tubuh lain yang dibutuhkan.
Hiperlipidemia  terjadi akibat jumlah lipid utama dalam darah (kolesterol atau triglisireda) berlebih, karena gangguan metabolisme atau kelainan transportasi lipid yang dapat juga merupakan kelainan genetik (primer familial) dari lain (seperti diabetes, gangguan teroid, penyakit hati, atau).
Apa Penyebabnya?
Kolesterol dan lemak lainnya tidak dapat larut dalam darah sehingga harus dibawa ke seluruh tubuh oleh protein khusus yang disebut lipoprotein. LDL (low density lipoprotein) adalah protein pembawa kolesterol yang mayoritas ada dalam darah dan sering disebut dengan  “kolesterol jahat” karena bila kadarnya tinggi menunjukkan banyaknya kolesterol dalam darah.
Sedangkan HDL (high density lipoprotein) adalah protein yang bertugas mengantarkan kolesterol dari jaringan tubuh dan darah untuk disimpan di hati sehingga sering disebut “kolesterol baik” karena kadarnya yang tinggi akan mengurangi juklah kolesterol dalam darah.
LDL berlebih dalam sirkulasi darah lama kelamaan akan tertimbun dan membentuk plak yang menutup dinding pembuluh darah serta menghambat aliran darah. Bila hal ini terjadi pada arteri akan terjadi jantung koroner dan bila terjadi pada pembuluh darah di otak dapat terjadi stroke.
Kadar kolesterol normal dalam darah:
  • Total kolesterol kurang dari 200 mg/dl
  • LDL kurang dari 100 mg/dl
  • HDL lebih dari 40 mg/dl
Sebelum pemeriksaan penderita harus puasa selama 12-16 jam
Faktor Resiko
Diabetes, hipertensi, hiperkolesteroemia familial ( kolesterol akibat riwayat genetis/turunan), riwayat keluarga yang memiliki jantung bawaan, perokok, pria usia 45 tahun ke atas, wanita usia 55 tahun ke atas atau yang sudah menopause.
Gejala Klinis
Sebagian besar hiperlipidemia tidak memberikan gejala dan tanda klinis, namun terdapat gejala yang nyata yang disebut xantoma yaitu penumpukan jaringan lemak di bawah kulit yang sering dijumpai antara lain di lipatan kelopak mata. Bila kadar kolesterol tidak terkontrol lama kelamaan akan menumpuk, menjadi aterosklerosis dan jantung koroner.
Pengobatan
Selain harus mengkonsumsi obat-obatan yang menurunkan kadar kolesterol, penderita juga harus menerapkan diet berikut :
  • Konsumsi karbohidrat komplek ditingkatkan
  • Penggunaan asam oleat dan linoleat
  • Peningkatan konsumsi buah, sayur dan serat
  • Mengurangi garam dan pengendalian berat badan
  • Bila penderita gemuk diberikan diet rendah kalori dan  gerak badan sehingga mencapai berat badan normal
Pencegahan
Gaya hidup aktif seperti : berlari perlahan (20 menit), berenang ( 16 menit ), berjalan cepat (30 menit), bersepeda (20 menit), menggunakan tangga, berolahraga mengikuti video atau berdansa (20 menit).
Kebiasaan makan baik : kandungan protein rendah harus mengambil bagian seperempat porsi makan misalnya ikan, kambing, ayam, bistik tanpa lemak. Karbohidrat kompleks seperti nasi atau bakmi seperempat porsi dan setengah porsi sisanya haruslah sayur-sayuran seperti bayam, kol, brokoli, daun bawang, buncis atau sayuran yang berbentuk daun-daunan yang berwarna hijau atau kuning.
Sarang semut papua juga sangat baik untuk mengurangi kolesterol dan timbulnya berbagai macam akibat dari kolesterol

0 comments:

Post a Comment

    My Headlines